JOURNEY OF LIFE

Search This Blog

Update

Monday, January 15, 2018

Pertama Mendaki Nyasar ke Base Camp Sebelah | part II



Sekitar jam 5.00 pagi kita bangun untuk submit attack di saat sang mentari belum terbangun, di temani dinginnya udara pagi hari dan hembusan angin membuat kita semakin bersemangat untuk mencapai puncak kenteng songo. Belum sampai puncak mentari pun mulai menampakkan dirinya di balik kabut pagi hari dan kita dapat sun rise di perjalanan menuju puncak, perjalanan menuju puncak kenteng songo dari pos 4 atau pemancar membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 jam, trek yang cukup menantang untuk sampai puncak yaitu jembatan setan yang mengharuskan kita untuk berjalan merayap seperti cicak dan harus berjalan satu arah. Sampai di puncak yang kebetulan cuaca hari itu cukup cerah jadi bisa menikmati pemandangan yang indah dan tak lupa untuk mengambil gambar atau berpoto-poto. Setelah puas di puncak sekitar 1 jam kita memutuskan untuk turun dan sarapan pagi serta segelas kopi untuk menghangatkan pagi dan sayangnya air yang kita bawa cuma cukup untuk kebutuhan makan dan minum pagi itu gak ada sisa untuk bekal turun.



Selesai makan dan berkemas-kamas kita pun turun sekitar jam 9.00 dan kita buru-buru turun karena takut kabut akan naik dan menghalangi pandangan untuk menikmati pemandangan, turun dari pos 4 ke pos 3 cukup menyenangkan kita bisa main perosotan atau tas carier kita kita naikin untuk merosot karena treknya yang cukup extreme. Selesai di trek extreme kita lanjutkan menuju pos tiga karena kita turun ga bawa air kita cukup kehausan dan untungnya ada orang lain yang berbagi minum walau hanya seteguk, demi menjaga stamina tubuh gue makan buah yang ada di sepanjang jalan yang rasanya asam gak tau itu buah apa yang penting bisa di makan, setelah jalan cukup jauh kita mulai curiga karena belum sampai juga di pos 3 satu dari tim kita meyakinkan bahwa jalan yang kita lalui benar kemudian lanjut jalan. Setelah jalan cukup jauh bulum juga sampai pos 3 yang perasaan semalem gak begitu jauh dari trek extreme dan pada saat itu kita sadar bahwa kita nyasar.
Dari perjalana nyasar ini kita bisa dapat pengalaman baru dan kita juga tahu bahwa gunung merbabu itu manakjubkan. Kita melewati jalur yang layaknya goa bambu karena di sekitar jalur di penuhi pohon bambau yang menjorok ke jalur, melewati pereng putih yang menakjubkan yang membuat kita merasa kecil dan melewati hutan yang pohonnya berwarna merah.
Akhirnya kita sampai juga di base camp thekelan setelah melewati perjalanan yang menyenangkan itu, kita sampai sekitar jam 12.000 dan berencana untuk melanjutkan jalan ke base camp cuntel setelah tanya ke warga setempat katanya kita harus melewati dua bukit untuk sampai di base camp cuntel kita pun langsung merasa ciut untuk melanjutkan dengan jalan kaki dan ada bapak-bapak yang menawarkan ojek untuk mengantarkan kita dengan tarif 25rb. Salah satu teman kita ngojek untuk ambil motor di base camp cuntel kemudian balik lagi untuk ambil dua temen kita kembali ambil motor di base camp cuntel kemudian balik ke base camp thekelan untuk ambil temen-temen dan gue untuk balik ke rumah, gue sampai di rumah sekita jam 3.00 sore karena jalan kita cukup santai.
Inilah sedikit cerita dari pengalaman mendaki pertama gue yang penuh dengan cerita, mendaki memanglah menyenangkan apalagi bersama teman-teman untuk refreshing atau sekedar menikmati keindahan alam di gunung. Jadi kangen mendaki lagi, kangen dinginnya udara di gunung, kangen indahnya pemandangan di gunung, kangen canda tawa bersama teman tapi sekarang susah untuk mendaki karena faktor kerjaan dan hari libur (jadi curhat). Ini sedikit poto di puncak gan karena pas sampai bawah kartu memori hp rusak (sial) padahal banyak di hp potonya.





Makasih sudah mampir dan menyempatkan membaca, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

20 comments:

  1. itu benerran lewat tebing, kalau jatuh bisa ilang dong nyawanya.

    ReplyDelete
  2. Untungnya masih ada foto2 keren yg nggak tersimpan di kartu memori hp ya. Masih ada kenang2nya walaupun masih lebih banyak tersimpan pengalaman langsungnya di memori ingatan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, untung masih ada di hp temen dan memori ingatan gak hilang :)

      Delete
  3. Kapan ni bang kejadiannya..?

    Emang jalur Merbabu via utara emang rawan nyasarin pas turun... Dulu pas saya mau naik ada pendaki dari Thekelan yang nyasar ke Cunthel

    ReplyDelete
  4. Dulu waktu masih sekolah mas,, kalu saya sebaliknya mas naik dari Cunthel turun sampe Thekelan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saia pernahnya naik dari utara (Cunthel) trs turunyya via Selo (utara)...

      Delete
    2. naik sama turun lewat jalur yang beda itu pengalamannya dobel, tapi modalnya juga dobel :D

      Delete
    3. Iya, jadi cukup mahal buat transportnya.

      Btw.. Lokasi rawan nyasar kalo turun dari Cunthel tu di Pos Pemancar ya berarti..?

      Delete
    4. Iya dari pos pemancar, mendaki ke dua aja juga hampir salah jalur di situ.

      Delete
    5. Soale belum tau turun via Pos Pemancar eh..
      Jadi penasaran juga "kok bisa jalurnya salah..?"

      Delete
    6. Kayaknya perlu di coba, tapi inget-inget aja jalurnya pas mau turun..

      Delete
    7. Iya.. Seenggaknya tau percabangan jalannya.. Jadi bisa wanti-wanti temen yang mau naik-turun via Cunthel/Thekelan..

      Delete
  5. Foto merayap di tebing itu ... bikin ikut deg-degan ngelihatnya 😁.
    Kok ngga pakai pengaman sih ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu pas mau nyebrang deg-degan pijakan cuma setapak, tapi pas nyebrang gak sengeri yang di pikirkan.
      yang kita pake cuma nekat bang :D sama modal Do'a :)

      Delete
    2. Luar biasa berani kalian, Hen ...
      Aku ngelihat fotonya aja ikut kerasa ketar-ketir,bayangin aku ikut merayap di tebing tanpa pengaman sama sekali.

      Ckckck ...

      Delete
    3. kalau di lokasi gak begitu tinggi bang, tapi kalau jatuh ya lumayan juga wkwkwk..
      tapi kayaknya sudah di kasih tali sekarang,

      Delete
    4. Wkkwkk .. kalo sampe terjatuh,yaa ...pasti bonyok, Hend.

      Ntar kamu kapan kesana lagi, bikin foto ulang ya, Hend ... saat lokasi udah dipasangin tali pengaman.
      Jadi kayak apa sekarang lokasinya .

      Delete
    5. Sebenernya pengen banget ke sana lagi, pengen liat juga banyak yang berubah apa tidak tapi sekarang udah susah dulu yang muncak bareng udah pada sibuk masing2

      Delete
  6. Meski nyasar, pengalamannya malah bikin tak terlupakan seumur hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget, malah dapat pengalaman dobel.

      Delete