JELOYSHIT

JOURNEY OF LIFE

Search This Blog

Update

Thursday, March 22, 2018

March 22, 2018

Besar Bersama Hal Kecil


ilustrasi oleh liriklaguanak.com
Hari minggu adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu bagi anak sekolah karena hari itu adalah hari kemerdekaan di mana kita bebas dari masa penjajahan pelajaran. Di hari minggu pas gue kecil dulu biasanya gue habiskan dengan main bersama teman-teman kampung dari pagi hingga sore, paling pulang cuma siang untuk makan dan setelah itu lanjut main lagi. Hal itu sekarang berbalik 69° saat gue kerja di mana hari minggu gue cuma di habiskan untuk nonton film, belajar desain, main game, sesekali update blog dan sesekali main keluar itupun rada jarang. Di tambah lagi tempat kerja gue jauh dari tempat wisata, panas, macet dan kebanyakan temen kerja sudah pada berkeluarga, serasa ingin pindah kerja.
Di hari minggu ini gue jadi ingat masa-masa kecil saat masih di kampung bersama temen-temen, gue mau sharing apa yang gue lakuin bersama temen-temen di masa kecil, dan sekarang tentunya gue sangat merindukan hal itu. Sebenernya catatan ini gue khususkan untuk gue pribadi supaya suatu saat bisa gue baca kembali. Mungkin bukan cuma gue yang baca, tapi adik-adik gue atau bahkan anak gue nanti.

Mencari ikan di sungai (memet)


Lumayan jauh dari kampung gue ada sungai yang biasa kami menyebutnya Tangkil, sungainya tidak begitu dalam pada area tertentu. Pulang sekolah gue sama temen-temen biasanya mencari ikan di sungai itu, bermodalkan kelambu sebagai alat gue sama temen-temen berangkat bareng-bareng. Gak.. itu bukan kelambu yang di pasang di kamar terus gue ambil, itu kelambu yang sudah tidak di pakai karena bolong-bolong.
Di butuhkan empat orang untuk memegang kelambu itu yaitu di bagian pojok-pojok. Biasanya kita menyusuri sungai dari bawah ke atas, tidak ada rasa takut saat gue nyebur ke sungai takut hanyut, ular ataupun buaya karena memang tidak ada buaya, paling kita naik sebentar saat ada yang ngambang lewat kemudian nyebur lagi. Pernah suatu hari kita gak sadar saat si ngambang lewat dan masuk ke kelambu kita, di kira ikan yang gede sama temen gue di ambil saat di pegang hancur langsung dah tuh tangan di mandiin pake kembang tujuh rupa dan air dari tujuh sumur.
Tujuan gue biasanya daerah pinggir sungai terutama di bagian yang banyak rumputnya karena biasanya banyak ikan. Setelah menyusuri dari bawah ke atas tak lupa langsung di hitung, gue inget banget waktu itu kita dapat 51 ekor ikan dan udang.
Karena sudah tanggung basah, biasanya gue sama temen-temen langsung langsung membendung tuh sungai buat mandi. Dengan keadaan telanjang kita langsung terjun ke air buat mandi, tidak takut hanyut, di gigit ular atau di marahin karena sungai di bendung paling sedikit malu karena kita telanjang, yang gue pikirkan waktu itu hanyalah gue bisa bahagia dengan hal itu. Dengan suasana sungai sesekali kita harus naik untuk menghindari si ngambang yang lewat kemudian nyebur lagi. Tak lupa saat mandi kita menjemur pakaian kita yang basah. Mungkin kalo gue lakuin itu sekarang, gue akan menjadi tontonan warga atau malah di larikan ke psikater. Selesai mandi kitapun langsung pulang dan menyuruh salah satu orang tua dari kita untuk memasaknya. Yummy.

Main di tumpukan jerami

Sebagai kampung yang bersebelahan dengan sawah tentunya itu akan menjadi nilai plus tersendiri, selain untuk mencari pangan mudah itu akan menjadi tempat bermain bagi anak-anak, seperti gue dulu. Pada masa panen tiba adalah masa yang di tunggu-tunggu petani, tak lain juga anak-anak karena biasanya pada waktu itu orang-orang di sawah sampai larut malam untuk panen padi.
Sepulang sekolah atau hari libur biasanya tujuan kita yaitu sawah untuk bermain, dengan menumpuk jerami bekas panen yang berserakan, kita tumpuk setinggi-tingginya untuk loncat-loncat di atasnya layaknya trampolin tak hanya untuk loncat kita buat untuk tiduran sambil lihat pesawat lewat, tiba-tiba temen gue nyelatuk.
“kapan ya kita bisa naik pesawat..?” Roshit sambil garuk-garuk kaki.
“kalau gue sih gak pengen, takut pesawatnya jatuh” jawab gue.
“kalau jatuh gak sakit kali, kan langsung mati” Roshit yang sambil jilat-jilat tangan gue.
Gue tidak menjawabnya dan menghadap ke Roshit, langsung gue dorong Roshit dari tumpukan jerami Roshit pun jatuh ke tanah.
Tanpa kita sadari ada seseorang mendekat ke kita kemudian maran-marah karena jerami itu kita tumpuk, ternyata jerami itu di jemur supaya kering untuk pakan sapi. Karena merasa bersalah kitapun mengambil sandal kemudian lari sekencang-kencangnya sambil teriak minta maaif ke pemilik jerami itu.
Tak hanya capek berlari rasa gatal mulai terasa di kulit, karena terasa gatal gue coba untuk cuci kaki dan tangan namun bukannya gatal hilang palah di tambah rasa perih, alhasih gue harus garuk-garuk sampai malam.

Main sepeda keliling kampung

Roda di selipin gelas plastik bekas air mineral, semakin kenceng gue gowes sepeda semakin kenceng pula suaranya. Mulut sambil “worr... worr... worr” dengan kebut-kebutan di kampung serasa jadi rossi yang lagi balapan di pacuan kuda.
Ini adalah favorit gue di sore hari, bermain bersama teman-teman keliling kampung dengan sepeda bekas orang tua gue dulu yang di impor dari semarang mempunya arti tersendiri bagi gue. Kadang gak hanya di kampung sendiri tapi sampai di kampung sebelah yang letaknya cukup jauh. Untuk yang tidak mempunyai sepeda, biar bisa bermain bareng tentunya kita harus memboncengnya dan boncengnya biasanya di depan. Kebayangkan gimana rasanya di bonceng sepeda di depan pas lagi lewat jalan yang jelek atau lewat bebetuan, kalau itu di lakukan genap dua minggu turun dah tuh ambeien.

Main bola dengan bola plastik

Yang jadi favoret gue selain sepedaan yaitu sepak bola dengan bola plastik. Sandal yang jadi gawang, yang paling gendut atau yang tinggi jadi kiper, yang punya bola yang ngatur permainan, ketika bola keluar lapangan yang menentukan out atau tidak kesepakatan bersama, yang bisa menghentikan kami hanya adzan manghrib atau teriakan emak nyuruh mandi.
Main sepak bola adalah kegiatan rutin yang hampir di lakukan setiap hari sehabis pulang sekolah atau sore hari. Biasanya gue sama temen-temen main di depan rumah yang halamannya luas, kadang lapangan yang di pake berbentuk L jadi antara gawang satu dengan yang lain tidak saling berhadapan. Tak hanya bermain di halaman rumah kami juga bermain di sawah yang belum di garap kembali alias masih kosong. Dengan di aliri air dari sungai alhasih stadion (sawah) kami jadi lumpur. Dengan bermodalkan bola plastik gue sama temen–temen bisa bermain sepuasnya. Kebayang kan gimana jadinya main bola di lumpur, yang pastinya akan kotor kayak kebo. Saat waktunya pulang siap-siap aja kena marah sama emak yang sudah nunggu di depan pintu, bisa-bisa uang jajan buat sekolah besok di kurangin.

Nyolong kelapa muda

Tak lengkap jika masa kecil tidak nyolong buah-buahan milik tetangga. Karena tuntutan itu gue pun ikut nyolong juga, tapi bukan buah mangga atau pepaya milik janda tetangga melainkan kelapa muda. Kampung gue kan sebelahan dengan sawah, jadi banyak pohon kelapa di kebun deket sawah. Karena yang punya kebun rumahnya lumayan jauh-jauh, kitapun punya kesempatan untuk menikmati tuh kelapa muda. Pulang sekolah, ganti baju makan terus main. Biasanya gue sama temen-temen kalau sudah capek dan haus langsung menuju ke kebun untuk nyolong kelapa muda, sampai–sampai kita hafal pohon mana yang kelapa mudanya enak dan biasa saja. Mungkin sudah langganan kali ya.??
“Bugg...” (suara kelapa muda jatuh)
“siji maneh Jon (satu lagi Jon)” teriak gue dari bawah.
“woy,, ki enek gedang di imbu nek kene (woy,, ini ada pisang di simpan di sini)” kata jono yang masih di atas pohon.
“yowes, di gowo midun sisan wae di pangan (yaudah, di bawa turun sekalian saja di makan)” sahut gue.
Mungkin ini yang namanya sekali mendayung dua tiga pulau masih jauh, niat mau nyolong kelapa sampai atas malah dapat pisang yang sudah mateng. Alhasil, gue dan teman-teman pun bisa kenyang karena tuh pisang. Gue gak kebayang aja gimana perasaan tuh orang yang nyimpen pisang di atas pohon, mungkin niatnya nyimpen di atas pohon biar gak di ambil orang tapi malah ilang juga, mungkin dia berpikir yang ambil tuh pisang kalong, iya,, kalong sarungan yang naruh pisang di sarungnya sampai lupa pisangnya sendiri.
Itu hanya sedikit cerita masa kecil gue dulu, masa kecil yang asik dan menyenangkan tapi semua itu tidak akan terasa asik jika di anggap bodoh. Mencari ikan di sungai padahal kita bisa minta di beliin di pasar, main di tumpukan jerami yang jelas bikin gatal dan perih, main sepeda kaliling kampung dengan di selipin gelas plastik yang bikin berisik, main bola plastik di lumpur yang bikin kotor dan bisa di marahin emak dan nyolong kelapa muda yang jelas-jelas itu di larang. Masa kecil gue terbebas dari gadget canggih karena memang belum ada, paling kalau megang handphone ya yang mainan yang ada suaranya anjing itu. Ya,, ini lah hal kecil yang membuat gue bisa saperti sekarang, yang membuat gue mempunyai impian besar. Impian gue bukan kerja di kantor-kantor besar dengan pakaian berdasi sepatu mengkilat dan gue gak ingin tua sebagai orang kantor, impian gue bisa kerja bebas dan kreatif, kerja di mana saja dan bisa kerja kapan saja.
Terima kasih sudah mampir, maap ya mungkin ceritanya agak ngelantur tapi setidaknya gue bisa menulis sedikit cerita masa kecil gue dulu. Sampai jumpa.

Saturday, March 17, 2018

March 17, 2018

Cara Menambahkan Material ke SketchUp

Pada postingan sebelumnya saya sudah menyinggung sedikit bagaimana cara membuat modelling rumah sederhana menggunakan sketchup secara dasar, dan semoga itu cukup membantu.
Selesai membuat membuat desain rumahnya tentunya kita akan menambahkan material ataupun komponen pada desain rumah tersebut supaya lebih realistis. Pada pemberian material kita di haruskan lebih kreativ supaya desain rumah yang kita buat tampak lebih realistis. Pada software sketchup sudah di sediakan berbagai material dan kita tinggal mengaplikasikan pada model kita. Jika di rasa ada material yang tidak ada di kita bisa menggunakan material yang kita sediakan sendiri.
Berikut cara untuk menambahkan material pada desain sketchup

gambar 1.0

Gambar 1.0 adalah desain rumah yang telah di buat pada postingan sebelumnya dan saya tambahkan sedikit pelengkap seperti pohon dan jalan.

gambar 1.1

Gambar 1.1 adalah list material yang di sediakan oleh sketchup, untuk menampilkan list material tersebut tekan “B” pada keyboard. Untuk menambahkan material pada desain sebagai berikut.


gambar1.2
Jika kita ingin menambahkan material seperti keramik ataupun karpet tentunya hanya akan menambahkan bagian atasnya saja dan tidak di bagian samping kecuali jika kita membuat model keramik atau karpet sendiri bisa di tambahkan material secara keseluruhan pada model tersebut. Pada model di atas hanya sisi atas saja yang ingin di tambahkan material keramik caranya:
  • Klik 2 kali model tersebut maka kita akan masuk ke group model tersebut 
  • Pilih material yang kita inginkan, maka kursor akan berubah manjadi cat di ember tumpah. 
  • Klik sisi atas pada model tersebut.
gambar 1.3
Jika kita rasa material yang kita berikan terlalu besar bisa di kecilkan sebagai barikut:
  • Beralihlah ke tab edit di kotak dialog material. 
  • Kecilkan dengan mengubah angka pada kotak dialog material.

Selain bisa mengubah ukuran kita juga bisa mengubah warna dan tingkat transparant pada model yang kita buat . Selain bisa mengubah ukuran kita juga bisa mengubah warna dan tingkat transparant pada model yang kita buat.


gambar 1.4
Gambar di atas model rumah yang sudah saya tambahkan material secara keseluruhan. Untuk membuatnya menjadi lebih realistis kita bisa render menggunakan v-ray dengan hasil seperti gambar di bawah.

gambar 1.5

Untuk setting v-ray bisa cari bi internet banyak kok. Dan ini yang sudah di edit di photoshop, walaupun masih kasar sih.


gambar 1.6

Sekian dari saya semoga bermanfaat, terima kasih sudah mampir dan sampai jumpa.

Monday, February 12, 2018

February 12, 2018

Membuat Model Rumah Sederhana di SketchUp

Skeetchup merupakan software yang relatif mudah di gunakan, karena tidak perlu menghafal banyak command. Di sini saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana cara membuat model rumah sederhana di sketchup. Okehh,, langsung saja.
Pada saat pertama membuka sketchup kita akan di hadapkan pada tampilan seperti ini dan di haruskan memilih Template yang akan di gunakan. Untuk desain rumah silakan pilih “Architectural Design – Milimeters” kemudian klik “Start using SketchUP”. 

Di bawah ini adalah tampilan interface sketchup, untuk menampilkan menu toolbars klik “view-toolbars dan ceklist yang akan di tampilkan”, di sini saya hanya menampilkan sedikit menu saja karena jika terlalu banyak akan memakan banyak tempat di drawing area. Sebelum membuat model rumah saya biasakan untuk membuat layer terlebih dahulu supaya mempermudah saat membuat animasi atau mengedit. Untuk menampilkan kotak dialog layer klik icon di samping kanan “Layer0” untuk menambah layer klik “+” dan beri nama layer tersebut.


Pertama silakan aktifkan layer “FLOOR” dengan cara klik lingkaran di samping layer FLOOR karena di sini kita akan membuat lantai rumah terlebih dahulu. Untuk ukuran dan model kalian bisa mengikut model di bawah ini atau menurut kreativitas masing-masing.
Buatlah kotak menggunakan “rectangle” di panel toolbars atau tekan “R” di keyboard.
Pada kolom measurements akan berubah menjadi dimensions, klik pada drawing area kemudian geser kursor ketik “9000;8000” lalu enter. Semua dimensi di sini saya menggunakan satuan MM (milimeter).


Untuk lantai teras kita bisa menggunakan cara yang sama seperti cara di atas.


Untuk memindahkan atau menggabungkan lantai teras dengan lantai rumah silakan blok semua lantai teras kemudian tekan “M” di keyboard, pilih midpoint di lantai teras dan geser ke midpoint di lantai rumah.


Hapus garis yang tidak perlu dengan “Eraser” atau tekan “E” di keyboard lalu pilih garis yang ingin di hapus. Maka hasilnya akan seperti di bawah ini.


Untuk membuat objek 2D di atas menjadi 3D kita menggunakan “Push/Pull” di panel toolbars atau tekan “P” di keyboard, kemudian klik di face/permukaan objek yang akan di push/pull lalu tarik ke atas kemudian ketik ”300” enter,


Untuk memudahkan kita saat perlu mengedit setiap membuat sebuah objek sebaiknya kita bikin “group” dengan cara klik “3 kali objeknya-klik kakan-make group”.


Selesia membuat lantai kita beralih membuat dinding tapi sebelumnya kita aktifkan dulu layer “WALL”, untuk membuat dinding saya tidak menentukan dimensi antar dinding karena itu sesuai selera masing-masing. Untuk membuatnya kita bisa menggunakan perintah “Rectangle” atau “Line”, sebagai contoh saya menggunakan layout seperti di bawah.


Selesai membuat layout untuk membuatnya menjadi dinding kita menggunakan “push/pull”. Dengan cara “tekan “P” di keyboard-klik dan tarik face/permukaan yang akan kita jadikan dinding-tarik ke atas-ketik “3000” enter”


Lakukan hal yang sama untuk membuat dinding lainnya dan jangan lupa selesai membuat sebuah objek lalu buat group “klik objek 3 kali-klik kanan-make group”. Sampai seperti di bawah ini.


Selesai membuat dinding tentunya kita akan membuat lubang untuk pintu, jendela, ventilasi dll, untuk membuatnya sebagai berikut:
Klik objek(dinding) 2 kali, secara otomatis akan masuk ke group tersebut dan hanya dinding yang ter highlight.
Buatlah sketch di dinding menggunakan “Line” di panel toolbars atau tekan “L” di keyboard. Buatlah menyerupai sketch di bawah ini. Di sini saya tidak menggunakan dimensi, buatlah sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing.


Selesai membuat sketch di atas dan masih di dalam group dinding, kemudian kita akan melubangi dinding tersebut sesuai sketch yang telah di buat menggunakan push/pull. Caranya “tekan “P” di keyboard-klik pada face/permukaan sketch tersebut-tarik ke dalam dan ketik angka sesuai tebal dinding misal “150” lalu enter”. Lakukan cara tersebut untuk membuat lubang jendela atau pintu lain.



Selesai membuat lubang tinggal menembahkan pintu dan jendela, jika kalian mempunyai banyak waktu silakan buat sendiri untuk melatih kemampuan kalian. Di sini saya mendownload pintu dan jendela di 3D Warehouse supaya lebih cepat. Copy pastekan model pintu ke model yang kita buat, untuk memindahkan pintu ke posisi yang kita inginkan “klik/blok pintu-tekan “M” di keyboard-pilih point pada pintu untuk menggeser pintu kemudian klik-geser ke posisi yang kita inginkan”.


Untuk meng-copy model pintu atau jendela tinggal “klik/blok model pintu-tekan “M” di keyboard-klik pintu kemudian geser-tekan “ctrl” di keyboard untk copy model”.


Selesai di lantai dan dinding saatnya beralih membuat atap rumah, jangan lupa untuk beralih ke layer “ROOF” terlebih dahulu.
Buatlah sebuah persegi di atas dinding sesuai ukuran dan lebar rumah kemudian offside keluar 500. Caranya seperti berikut.
Buat persegi menggunakan rectangle di atas dinding dari ujung ke ujung.


Kemudian offset persegi tersebut. Klik offset di panel toolbars atau tekan “F” di keyboard-klik face/permukaan pada persegi-tarik keluar dan ketik “500” enter.


Setelah itu buatlah garis vertical di tengah persegi tersebut, kalian bisa membuat garis bantu seperti gambar di bawah supaya tepat di tengah-tengah. Buatlah dengan tinggi “2500”. Caranya “tekan “L” di keyboard-pilih midpoint di garis bantu untuk titik awal garis-tarik ke atas-ketik “2500” enter”.


Selesai membuat garis di atas buatlah segitiga seperti di bawah ini.


Untuk membuatnya menjadi atap kita menggunakan fitur “follow me” pada sketcup. Caranya “klik fitur “follow me” di panel toolbars-klik face/permukaan segitiga-arahkan kursor ke garis paling luar persegi-ikuti garis tersebut hingga mengelilingi pergi setelah itu klik”. Setelah selesai membuat atap rumah jangan lupa untuk membuat group pada atapnya “klik 3 kali pada atap-klik kanan-make group”.


Maka akan jadi seperti di bawah ini.


Setelah selesai membuat atap kita tinggal membuat terasnya, saya di sini tidak akan menjelaska panjang lebar kali tinggi untuk membuatnya. Saya rasa kalian sudah bisa membuat sendiri, buat rumahnya saja bisa masa membuat teras doang gak bisa. Teras yang sudah saya buat seperti berikut.


Cara di atas hanya contoh bagaimana membuat rumah sederhana di sketchup jika ada cara yang kurang jelas silakan tanyakan di kolom komentar. Semoga cara ini bisa bermanfaat untuk kita. Terima kasih sudah mampir dan sampai jumpa.

Sunday, January 28, 2018

January 28, 2018

Cara Membuat Lingkaran di AutoCad

Lingkaran merupakan objek yang sering di gunakan dalam desain AutoCAD yang biasanya di gunakan untuk membuat lubang baut, roda, dll. Dalam membuat lingkaran ada beberapa cara yang bisa kita terapkan di dalam autocad, salah tiganya seperti cara di bawah ini:

Membuat lingkaran secara bebas:



  • Ketik “circle” atau di singkat “c” lalu enter.
  • Pada kolom command akan muncu “CIRCLE Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]:” kemudian klik di drawing area untuk titik pusat.
  • Setelah itu akan muncul “Specify radius of circle or [Diameter]:” arahkan kursor ke mana saja kemudian klik.

Membuat lingkaran dengan radius:



  • Ketik “circle” atau di singkat “c” lalu enter.
  • Pada kolom command akan muncu “CIRCLE Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]:” kemudian klik di drawing area untuk titik pusat.
  • Setelah itu akan muncul “Specify radius of circle or [Diameter]:” ketik "300" lalu enter.

Membuat lingkaran dengan diameter:



  • Ketik “circle” atau di singkat “c” lalu enter.
  • Pada kolom command akan muncu “CIRCLE Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]:” kemudian klik di drawing area untuk titik pusat.
  • Setelah itu akan muncul “Specify radius of circle or [Diameter]:” ketik "d" enter "600" enter.

Terima kasih sudah mampir, semoga bisa menambah ilmu untuk kita dan warga bumi datar ini. Sampai jumpa.

Monday, January 15, 2018

January 15, 2018

Pertama Mendaki Nyasar ke Base Camp Sebelah | part II



Sekitar jam 5.00 pagi kita bangun untuk submit attack di saat sang mentari belum terbangun, di temani dinginnya udara pagi hari dan hembusan angin membuat kita semakin bersemangat untuk mencapai puncak kenteng songo. Belum sampai puncak mentari pun mulai menampakkan dirinya di balik kabut pagi hari dan kita dapat sun rise di perjalanan menuju puncak, perjalanan menuju puncak kenteng songo dari pos 4 atau pemancar membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 jam, trek yang cukup menantang untuk sampai puncak yaitu jembatan setan yang mengharuskan kita untuk berjalan merayap seperti cicak dan harus berjalan satu arah. Sampai di puncak yang kebetulan cuaca hari itu cukup cerah jadi bisa menikmati pemandangan yang indah dan tak lupa untuk mengambil gambar atau berpoto-poto. Setelah puas di puncak sekitar 1 jam kita memutuskan untuk turun dan sarapan pagi serta segelas kopi untuk menghangatkan pagi dan sayangnya air yang kita bawa cuma cukup untuk kebutuhan makan dan minum pagi itu gak ada sisa untuk bekal turun.



Selesai makan dan berkemas-kamas kita pun turun sekitar jam 9.00 dan kita buru-buru turun karena takut kabut akan naik dan menghalangi pandangan untuk menikmati pemandangan, turun dari pos 4 ke pos 3 cukup menyenangkan kita bisa main perosotan atau tas carier kita kita naikin untuk merosot karena treknya yang cukup extreme. Selesai di trek extreme kita lanjutkan menuju pos tiga karena kita turun ga bawa air kita cukup kehausan dan untungnya ada orang lain yang berbagi minum walau hanya seteguk, demi menjaga stamina tubuh gue makan buah yang ada di sepanjang jalan yang rasanya asam gak tau itu buah apa yang penting bisa di makan, setelah jalan cukup jauh kita mulai curiga karena belum sampai juga di pos 3 satu dari tim kita meyakinkan bahwa jalan yang kita lalui benar kemudian lanjut jalan. Setelah jalan cukup jauh bulum juga sampai pos 3 yang perasaan semalem gak begitu jauh dari trek extreme dan pada saat itu kita sadar bahwa kita nyasar.
Dari perjalana nyasar ini kita bisa dapat pengalaman baru dan kita juga tahu bahwa gunung merbabu itu manakjubkan. Kita melewati jalur yang layaknya goa bambu karena di sekitar jalur di penuhi pohon bambau yang menjorok ke jalur, melewati pereng putih yang menakjubkan yang membuat kita merasa kecil dan melewati hutan yang pohonnya berwarna merah.
Akhirnya kita sampai juga di base camp thekelan setelah melewati perjalanan yang menyenangkan itu, kita sampai sekitar jam 12.000 dan berencana untuk melanjutkan jalan ke base camp cuntel setelah tanya ke warga setempat katanya kita harus melewati dua bukit untuk sampai di base camp cuntel kita pun langsung merasa ciut untuk melanjutkan dengan jalan kaki dan ada bapak-bapak yang menawarkan ojek untuk mengantarkan kita dengan tarif 25rb. Salah satu teman kita ngojek untuk ambil motor di base camp cuntel kemudian balik lagi untuk ambil dua temen kita kembali ambil motor di base camp cuntel kemudian balik ke base camp thekelan untuk ambil temen-temen dan gue untuk balik ke rumah, gue sampai di rumah sekita jam 3.00 sore karena jalan kita cukup santai.
Inilah sedikit cerita dari pengalaman mendaki pertama gue yang penuh dengan cerita, mendaki memanglah menyenangkan apalagi bersama teman-teman untuk refreshing atau sekedar menikmati keindahan alam di gunung. Jadi kangen mendaki lagi, kangen dinginnya udara di gunung, kangen indahnya pemandangan di gunung, kangen canda tawa bersama teman tapi sekarang susah untuk mendaki karena faktor kerjaan dan hari libur (jadi curhat). Ini sedikit poto di puncak gan karena pas sampai bawah kartu memori hp rusak (sial) padahal banyak di hp potonya.





Makasih sudah mampir dan menyempatkan membaca, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
January 15, 2018

Pertama Mendaki Nyasar ke Base Camp Sebelah | part I



Kegiatan naik Gunung atau sering di sebut mandaki sekarang sudah umum di lakukan tak pandang usia mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek, mereka mendaki untuk refreshing, cari pengalaman, hobi, sampai cari jodoh. Kita bisa ajak pacar ke Gunung karena sama pacar gak harus dinner di mall atau nongkrong di fly over. Oh ya, karena ini ceritanya lumayan panjang jadi gue bikin 2 part ya gan.
Sejak denger cerita dari kakak gue tentang keindahan alam di Gunung entah itu di gunung Merbabu, gunung lain atau pun gunung kembar gue jadi pengen juga ikut mendaki gunung kembar tapi sayangnya orang tua gak ngijinin untuk ikut mendaki dengan alasan gue masih kelas 3 SD dan kakak gue pun gak boleh kalau gue ikut (ngerepotin), semenjak denger cerita itu gue jadi punya niat untuk mendaki Gunung. Niat itu tersampaikan tahun 2015 lalu bersama teman-teman gue. Sebenarnya cerita ini sudah berdebu tapi yasudahlah dari pada gak ada update di blog ini.
Sebagai seorang siswa yang belum pernah mendaki tentunya tidak tahu apa yang harus di persiapkan dan apa saja yang wajib di bawa mendaki selain diri sendiri. Awalnya dari ajakan temen sekolah gue yang mau mendaki tapi baru beberapa orang saja. Gue langsung mengiyakan saja secara sudah lama ingin mendaki, H-3 gue dan temen-temen mulai mempersiapkan apa saja yang harus di bawa mulai dari sewa tenda, matras, kompor sampai kebutuhan logistik, “kok gak bawa sleeping bag.?” Ya emang kita gak bawa sleeping bag waktu itu dan gak bawa obat-obatan buat back up. Sebagai seorang siswa yang taat tas yang gue bawa mendaki pun tas sekolah, sepatu sekolah, jaket yang gue bawa sekolah tapi sekolahnya gak gue bawa. Modal utama yang kita bawa yaitu “nekat”.


Sekitar jam 5 sore kita berangkat menuju base camp, kita berangkat sekitar 10 orang ada satu seorang cewek dan kita semua masih pemula. Base camp yang kita tuju waktu itu yaitu base camp Cuntel Gunung Merbabu karena letaknya yang cukup dekat dari tempat tinggal kami dan trek nya gak begitu berat. Kita sampai di base camp sekitar jam 7.00 malam di lanjutkan pendaftaran dan registrasi serta istirahat sebentar untuk siap-siap untuk mendaki. Sekitar jam 8.00 malam kita mulai mendaki dengan berbekal nekat dan niat, suasana waktu itu gak begitu ramai cuma ada beberapa kelompok saja yang mendaki. Sebagai seorang pemula 30 menit pertama gue sudah merasa nafas gue hampir habis dan kita memutuskan untuk istirahat sebentar, gak terasa kita sudah berjalan selama satu jam dan di jam-jam itu gue merasa badan sudah gak enak, rasa lelah, bawaan berat serta keringat dingin yang keluar di panasnya tubuh karena lelah serta bawaan yang berat dan di perjalanan gue memutuskan untuk lepas jaket, pada awalnya sih merasa enak pas lepas jaket angin mulai terasa di badan tapi itu hanya bertahan beberapa menit saja.
Semakin lama bejalan semakin tinggi pula kita mendaki semakin semakin dingin pula udara yang kita rasakan, udara dingin keringat dingin beban berat tapi badan terasa panas itu membuat serba salah, mau lepas jaket dingin gak lepas jaket keringat dingin tapi yang namanya mendaki gak boleh mengeluh supaya bisa sampai puncak (katanya). Di jalan kelompok kita gak sendiri, kita bisa bertemu dengan kelompok lain dari berbagai daerah untuk saling sapa dan berbagi cerita. Emang bener kata orang-orang kalau mendaki itu temennya banyak.
Di tengah hutan yang gelap dan dingin serta hembusa angin yang dingin itu membuat gue berasa masuk ke masa lalu yang jauh dari serba canggih saat ini, bukan setan yang gue takutkan tapi gue takut ketika sedang berjalan bertemu dinosaurus sedang bercinta atau manusia purba yang sedang berburu t-rex untuk makan malam mereka.
Kita sampai di pos 3 sekitar jam 11.00 malam dan memutuskan untuk istirahat sebentar yang kebetulan ada dua orang sedang buat api unggun dan kita pun numpang untuk mencari kehangatan, makasih mas-mas yang waktu itu berbagi kehangatan, di pos tiga ini cukup luas kita bisa bermain bola, renang, voli, bahkan kita bisa ngadain hajatan di sini karena tempatnya yang luas. Jalan dari pos 3 ke pos 4 merupakan trek paling berat jadi harus ekstra hati-hati. Trek yang lumayan curam, berdebu yang kalau gak hati-hati mudah terperosot, saling membantu supaya bisa sampai menuju puncak adalah kunci utama di trek ini, kita lumayan lama karena banyak istirahat dan tenaga cukup terkuras.
Sampai di pos 4 atau pos pemancar sekitar jam 12.30 kita memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 4 karena badan sudah tidak memungkinkan untuk lanjut, kebetulan gue dapat tempat pas di bawah pemancar dan tenda temen letaknya gak jauh selesai mendirikan tenda di lanjut dengan makan dan ngopi supaya tidak kelaparan, selasai makan kita istirahat untuk persiapan submit attack besok pagi. Pertama kali tidur di Gunung dan tidak menggunakan sleeping bag membuat dingin menusuk sampai tulang terutama di bagian kaki yang cuma menggunakan kaos kaki sekolah , di saat dingin seperti ini bukan di makan t-rex atau di buru manusia purba yang saya takut tapi ketika di buru oleh hipotermia yang mematikan yang membuat saya takut.
To be continued gan, untuk membaca cerita selanjutnya silakan baca di part II.

Monday, January 8, 2018

January 08, 2018

Salatiga yang selalu membuat Rindu

Salatiga, picture from many sources

Kota kecil yang adem dan penuh toleransi tak heran jika orang-orang yang pernah singgah di sini merasa nyaman dan betah, yaitu Salatiga sebuah kota yang terletak di sebelah utara gunung Merbabu yang membuat kota ini menjadi sejuk dan adem. Kota yang terletak 49 km sebelah selatan kota Semarang dan 52 km sebelah utara kota Solo ini bisa membuat hampir siapa saja betah untuk tinggal dan menetap. Salatiga adalah sebuah kota yang dulunya menjadi tempat favorit oleh bangsa kulit putih Hindia Belanda untuk tinggal dan menetap. Salatiga dulu di tetapkan menjadi Kotapraja oleh pemerintah Hindia Belanda dalam staadsblad pada tahun 1917 yang menyatakan Salatiga sebagai wilayah otonom bernama de gementee Salatiga. Tak hanya berada di lereng gunung Merbabu Salatiga juga dekat dengan danau yaitu Rawa Pening yang terkenal dengan legenda Baru Klinting yang membuat semakin betah untuk tinggal.
Salatiga Hati Beriman itulah slogan Salatiga yang membuat kota ini mempunyai toleransi yang tinggi, pada tahun 2015 lalu Salatiga masuk sebagai kota paling toleran di indonesia dan pada tahun 2017 lalu Salatiga kembali masuk sebagai kota paling toleran di indonesia. Contohnya pada saat umat Muslim sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat non-Muslim sering berbagi takjil untuk berbuka puasa umat Mualim dan saat berbuka telah tiba mereka pun ikut berbuka bersama. Pada saat perayaan Natal di Salatiga di rayakan di alun-alun Pancasila yang keberadaannya di depan Masjid Raya Darul-Amal, acara biasanya di mulai sekitar pukul 3.00 dini hari pada saat subuh tiba mereka pun berhenti sejenak sampai waktu subuh selesai kemudian acara di lanjutkan lagi. Kerukunan ini bisa di jaga karena para pemuka agama bisa menjaga ke harmonisan sehingga bisa menjaga toleransi dan hak masing-masing agama.
Salatiga sering menjadi candaan ketika saya di tanya “asal dari mana mas.?” “dari Salatiga mas” oh.. berarti betul tujuh dong”. Candaan itu sering muncul ketika saya di tanya asal dari mana, bukan berarti semua masyarakat Salatiga ketika mengerjakan soal selalu salah tiga dan mendapatkan nilai 7 bagaimana jika solanya 100 salah tiga kan dapat nilai 97. Tapi semua itu hanyalah candaan dan bukan beneran.

pictures from many sources

Setiap tahunnya Salatiga mengadakan karnaval yang di adakan pemerintah setempat dengan bertujuan memberi hiburan ke masyarakat. Karnaval di ikuti dari berbagai daerah di sekitar Salatiga dan berbagai kesenian dan pertunjukan. Salah satunya Drumblek, Drumblek atau marching band tradisional Salatiga merupakan kesenian dari Salatiga yang menggunakan bahan bekas untuk di jadikan alat musik. Seperti halnya marching band, drumblek juga ada mayoret dengan pakaian seksi, berwajah cantik dan berkulit putih yang memainkan tongkatnya dengan berlenggak-lenggok sepanjang jalan sambil memberi aba-aba kepada puluhan orang di belakangnya yang memainkan alat musik. Tak hanya memainkan alat musik meraka juga menggunakan pakaian yang ciamik dan heboh yang membuat penampilan menjadi luar biasa dengan alunan instrumen yang spektakler sepanjang jalan. Pemerintah kota Salatiga memberi dukungan penuh terhadap adanya drumblek dengan memberi anggaran untuk keberadaan alat-alat drumblek supaya lebih berkembang dan tetap menjadi kesenian asli Salatiga.
Di setiap daerah ada kuliner khas daerah tersebut, sama halnya Salatiga mempunyai berbagai kuliner khas salah satunya Wedang Ronde minuman dari jahe dan berbagai rempah lain ini sangat cocok di nikmati malam hari karena bisa menghangatkan badan. Wedang Ronde bisa dinikmati bersama pasangan atau teman untuk sharing atau sekedar kumpul dengan canda tawa di tambah dinginnya udara Salatiga yang membuat rindu untuk kembali lagi.


picture from many sources

Selain wedang ronde Salatiga cukup terkenal dengan kuliner Sate Sapi Suruh. Sate yang biasanya menggunakan daging ayam atau kambing, beda halnya dengan sate ini yang menggunakan daging sapi. Dengan daging sapi yang lembut serta bumbu yang meresap di balut sambal kacang yang pedas manis membuat sate ini terasa nikmat di lidah bersama ketupat atau nasi. Dengan harga 30k perporsi mungkin terasa agak mahal, tapi setelah mencicipi rasanya satu porsi pun akan terasa kurang. Wajib coda deh kalau berkunjung ke Salatiga recommended banget.


picture from many sources


Jauh dari padat dan bisingnya kota tentu menjadi idaman bagi setiap orang untuk me-refresh pikiran setelah seharian bekerja, semua itu bisa di dapatkan di berbagai tempat wisata Salatiga yang tersebar di kota Salatiga. Seperti Mata Air Senjoyo, Atlantic Dreamland, d’Emmerick, Kampung Wisata Kemetul, Air Terjun Kali Pancur, dan masih banyak lagi yang recommended banget untuk di kunjungi ketika datang ke Salatiga. 
Kapan main ke Salatiga banyak wisata yang perlu di kunjungi dan kuliner yang perlu di coba yang pastinya membuat nagih untuk kembali lagi. Inilah sedikit cerita dari kotaku tercinta yang selalu aku banggakan. Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Sunday, December 24, 2017

December 24, 2017

Sketchup, fleksibel dan mudah di gunakan



Sudah banyak orang yang tau “apa itu Sketchup.?” Dan mungkin teman-teman sudah lama menggunakan software ini bahkan sudah jago menggunakannya. Sketchup merupakan software 3D yang di kembangkan oleh Trimble Navigation. Sketchup di luncurkan ke pasaran pada tahun 2000 oleh @Last Software, selang 6 tahun kemudian Google melirik software ini dan secara resmi mengambil alih kemudian mengembangkannya, pada tahun 2012 lalu google mejual Sketchup ke perusahaan Trimble Navigation dengan alasan Google ingin merampingkan bisnis yang dianggap tidak perlu.

Yang menarik dari software ini yaitu gratis kita bisa mendownload Sketchup Make secara gratis. Bagi teman-teman yang tidak suka gratisan Sketchup juga ada yang berbayar yaitu Sketchup Pro dengan harga USD 590,00, tentunya Sketchup Pro mempunyai keunggulan yaitu semua menu bisa di gunakan dan import jadi lebih banyak di banding Sketchup Make (free).

Sketchup merupakan Software yang mudah di gunakan, kita bisa mempelajari software ini dengan mudah baik di ajari guru ataupun secara otodidak. Dalam waktu seminggu sampai dua minggu saja kalian sudah bisa menggunakan software ini bahkan bisa membuat model rumah dengan mudah. Selain mudah di gunakan Sketchup juga fleksibel dengan software lain seperti AutoCAD, 3Ds Max, V-Ray dll. Kita juga bisa import atau export file dari Sketchup ke AutoCAD ataupun sebaliknya. Jika teman-teman ingin hasil yang realistis maka hasilnya dapat di render menggunakan V-Ray.

Saat kita membuat desain interior ataupun exterior rumah maupun kantor tentunya akan di isi dengan furniture-furniturenya, selain kita bisa membuat furniture sendiri kita juga bisa download di 3D Warehouse. 3D Warehouse adalah website yang menyediakan model 3D untuk pengguna Sketchup yang dapat di download secara gratis. Selain kita bisa download kita juga bisa mengunggah model 3D kita untuk di bagikan secara gratis. 3D Warehouse ini bagi saya sangat berguna untuk keperluan desain interior maupun exterior, kita tidak perlu membuat tinggal download model yang kita inginkan.

Menarikkan, selain mudah dan fleksibel pastinya gratis. Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

“tetap belajar selagi bernafas”

Monday, December 18, 2017

December 18, 2017

Membuat Garis pada AutoCAD


Menggambar menggunakan AutoCAD tentunya membawa keuntungan tersendiri di antaranya menggambar jadi lebih mudah ketimbang menggunakan pensil secara manual, jadi lebih cepat, biayanya labih murah, ketika ada revisi jadi lebih mudah, gambar jadi lebih rapi dan tidak membutuhkan tempat yang luas.

Sebalum menggambar menggunakan auatocad perlu kita ketahui, bahwa pada gambar 2D menggunakan koordinat X Y, sedangkan pada gambar 3D menggunakan koordinat X Y Z.

Line (garis)

Cara membuat garis pada AutoCAD sebenarnya ada beberapa cara, di sini saya akan membagikan 4 cara.

1. Membuat garis secara bebas.


Membuat garis secara bebas cukup mudah, tinggal klik-klik pada drawing area.
  1. Ketik "LINE" atau di singkat "L" kemudian enter.
  2. Pada kolom command akan muncul "l LINE Specify first point" silakan klik di mana saja.
  3. Setelah itu akan muncul "Specify next point or [Undo]" arahakan kursor ke mana saja untuk point berikutnya kemudian klik. Jika sudah tekan enter.

2. Membuat garis dengan panjang tertentu.


Perlu di ingat pada AutoCAD menggunakan titik koordinat "X Y" untuk membuat garis menggunakan titik koordinat bisa menggunakan rumus "@x,y". Untuk penulisan rumus harus "@x,y" tidak boleh di balik "@y,x". Untuk membuat garis ke arah kiri atau bawah tinggal di tambahkan "-" contoh "@-x,y", "@x,-y". 
  1. Ketik "LINE" atau di singkat "L" kemudian enter.
  2. Pada kolom command muncul "l LINE Specify first point" silakan klik di mana saja.
  3. Setelah itu akan muncul "Specify next point or [Undo]" ketik "@200,100" kemudian enter. Maka hasilnya akan seperti ini 



3. Membuat garis menggunakan Ortho dengan panjang tertentu. 


Sebelum membuat garis menggunakan Ortho silakan tekan f8 untuk mengaktifkan dan pada kolom command akan muncul "ortho on" menandakan bahwa ortho sudah aktif.
  1. Ketik "LINE" atau di singkat "L" kemudian enter. 
  2. Pada kolom command akan muncul "l LINE Specify first point" silakan klik di mana saja. 
  3. Setelah itu akan muncul "Specify next point or [Undo]" arahakan kursor ke atas kemudian ketik "500" lalu enter.



4. Membuat garis pada ujung garis atau sebuah objek.

Untuk menghubungkan antara dua garis supaya terhubung secara sempurna kita menggunakan fasilitas pada AutoCAD yaitu Osnap. Untuk pengaturan Osnap silakan cek di postingan sebelumnya.
Di sini kita sudah mempunya garis yang berbentuk siku dengan sudut 90°.
  1. Ketik "LINE" atau di singkat "L" kemudian enter. 
  2. Pada kolom command akan muncul "l LINE Specify first point" arahkan kursor ke ujung garis. Jika Osnap sudah aktif akan muncul "Endpoint" jika belum aktif ketikkan "end" lalu enter maka Endpoint akan muncul. Jika sudah muncul lalu klik di ujung garis. 
  3. Setelah itu akan muncul "Specify next point or [Undo]" arahakan kursor ke ujung garis yang satunya jika Osnap sudah aktif akan muncul "Endpoint" jika belum aktif ketikkan "end" lalu enter maka Endpoint akan muncul. Jika sudah muncul klik pada ujung garis lalu enter.


Terima kasih sudah mampir, semoga bisa menambah ilmu buat kita dan warga bumi datar ini dan sampai jumpa.


"tetap belajar selagi bernafas"